NADIKABAR.COM — Menjaga rumah tetap rapi dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana, salah satunya dengan metode tiga barang atau 3-item rule. Metode ini mengajak seseorang menyingkirkan atau decluttering tiga barang yang tidak lagi digunakan setiap pekan.
Metode tersebut sebagai cara praktis untuk mengurangi penumpukan barang tanpa harus melakukan kegiatan beres-beres besar.
Menurut pengelola layanan penataan rumah Somewhat Simple Living, Stephanie Dulgarian dalam laman Real Simple pada Selasa (3/11) waktu setempat, metode tersebut membantu seseorang mengurangi barang secara bertahap sehingga proses merapikan rumah terasa lebih mudah dilakukan.
Caranya, seseorang cukup menentukan satu hari dalam sepekan untuk memilih tiga barang yang akan disumbangkan atau dibuang. Barang tersebut dapat berasal dari lemari pakaian, kamar mandi, dapur, maupun area penyimpanan lainnya.
Penyelenggara jasa penataan rumah Neat and Repeat Cleaning, Rachel Duffie, mengatakan pendekatan tersebut membuat kegiatan merapikan rumah terasa lebih sederhana.
"Membersihkan seluruh lemari terdengar seperti sebuah proyek. Namun, menemukan tiga barang yang siap dilepaskan merupakan sesuatu yang dapat dilakukan dalam beberapa menit," kata Duffie.
Ia juga menyarankan agar kegiatan tersebut dilakukan bersamaan dengan rutinitas sehari-hari. Misalnya, ketika membuka laci atau lemari, seseorang dapat memperhatikan barang yang sudah tidak digunakan atau terus dipindahkan karena menghalangi barang lain.
Metode ini dinilai cocok bagi orang dengan jadwal padat atau mereka yang merasa kewalahan ketika harus membereskan banyak barang sekaligus.
Untuk memulai, Duffie menyarankan memilih barang yang tidak memiliki ikatan emosional. Beberapa contohnya adalah pakaian yang sudah tidak muat, barang rusak, barang duplikat, kuitansi lama, produk kedaluwarsa, serta buku petunjuk peralatan yang sudah tidak dimiliki.
Duffie mengatakan aturan tiga barang tidak harus diterapkan secara kaku. Seseorang dapat menyingkirkan lebih banyak barang ketika sedang memiliki waktu, atau cukup satu barang ketika kesibukan sedang meningkat.
Menurut dia, hal terpenting adalah menjaga konsistensi dalam mengurangi barang yang tidak lagi diperlukan agar penumpukan tidak terus terjadi.
Penerjemah: Farika Nur Khotimah