"Buat saya, sebenarnya bukan target secepat-cepatnya, tetapi paling lama 3,5 tahun," jelasnya.

Pada semester kelima, Stanley sempat merencanakan mengikuti program pertukaran mahasiswa. Namun, rencana tersebut gagal karena kendala administrasi.

Sebagai gantinya, Stanley mengikuti magang di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Filipina. Tidak disangka, pengalaman tersebut memberinya wawasan dan data yang mendukung penelitian skripsinya.

"Saya magang di Embassy of Indonesia di Philippines, di bidang trade atau perdagangan. Itu juga membantu karena skripsi saya ada soal trade. Saya bisa mendapatkan insight dan data-data yang cuma bisa saya dapat waktu di sana," jelasnya.