Jika tangkai masih menempel, periksa apakah bagian di sekitarnya tidak berlendir, berjamur, atau mengalami perubahan warna yang mencurigakan. Area yang tampak menghitam dan membusuk dapat menjadi tanda penurunan kualitas, terutama jika disertai tekstur yang terlalu lunak.

Namun, pemeriksaan bagian tangkai tidak bisa dijadikan satu-satunya penentu. Alpukat yang terlihat baik dari luar masih mungkin mengalami pencokelatan atau pembusukan di bagian dalam. Karena itu, kondisi buah secara keseluruhan tetap perlu diperhatikan.

4. Hindari alpukat dengan banyak memar dan luka

Memar dan luka pada kulit dapat memengaruhi kualitas alpukat. Kerusakan fisik dapat terjadi selama proses pemanenan, pengangkutan, penyimpanan, atau penjualan.

Penelitian mengenai alpukat varietas Hass menunjukkan bahwa tingkat pelunakan buah berkaitan dengan kerentanannya terhadap memar. Buah yang sudah lebih lunak dapat mengalami kerusakan daging lebih mudah ketika terkena benturan. Kerusakan tersebut juga dapat semakin terlihat selama penyimpanan.

Saat membeli, pilih alpukat dengan kulit yang relatif utuh dan tidak memiliki banyak bagian penyok. Hindari buah yang mengeluarkan cairan atau memiliki luka terbuka, terutama jika disertai bau tidak sedap maupun tanda pembusukan lainnya.

5. Cium aromanya sebelum dikonsumsi

Aroma juga dapat membantu mengenali kondisi alpukat, terutama setelah buah dibelah. Alpukat yang masih baik umumnya memiliki aroma lembut dan khas, bukan bau menyengat atau busuk.

Jika daging buah mengeluarkan bau asam yang tidak biasa, tengik, atau busuk, sebaiknya jangan dikonsumsi. Perhatikan pula apakah teksturnya berlendir atau terdapat pertumbuhan jamur.

Panduan keamanan pangan dari Departemen Pertanian Amerika Serikat menyebutkan bahwa makanan yang mengalami pembusukan dapat menunjukkan perubahan bau, rasa, atau tekstur. Buah yang memperlihatkan tanda pembusukan sebaiknya tidak dikonsumsi.