NADIKABAR.COM — Nyamuk yang beterbangan di kamar tidur membuat waktu istirahat terganggu. Dengingannya di kuping saja sudah cukup membuat kesal, apalagi jika sampai menggigit dan meninggalkan rasa gatal.

Beruntungnya, kita tidak mesti menggunakan obat nyamuk untuk mengusir serangga satu ini. Ada sejumlah cara sederhana yang bisa dilakukan untuk mengatasi, mulai dari memanfaatkan aroma tertentu hingga menjaga kondisi kamar.

Lantas, bagaimana cara mengatasi nyamuk di kamar tidur tanpa obat? Simak panduannya yang bisa pembaca ikuti di bawah ini, yuk!

Dilansir website Pemerintah Kota Cimahi, ada beberapa langkah untuk mengusir nyamuk dari kamar tidur. Berikut penjelasannya:

Salah satu cara yang bisa dicoba adalah meletakkan aromaterapi di dalam kamar. Aroma cengkeh, rosemary, serai, kayu manis, dan peppermint dapat digunakan sebagai pilihan aromaterapi untuk membantu mengusir nyamuk.

Bisa juga menggunakan diffuser aromaterapi yang ditempatkan di ruangan. Tentunya, dengan tetap memperhatikan petunjuk penggunaan dan keamanan produk.

Tidak punya diffuser? Serai yang ada di dapur juga bisa dimanfaatkan. Caranya, iris beberapa batang serai, kemudian letakkan di mangkuk.

Mangkuk tersebut bisa ditempatkan di sudut kamar atau area yang sering didatangi nyamuk, termasuk di bawah tempat tidur. Aroma serai disebut dapat bertahan dan menjadi semakin kuat ketika serai mulai mengering.

Kulit jeruk ternyata bisa dimanfaatkan untuk mengatasi nyamuk alih-alih dibuang begitu saja. Caranya pun sederhana, cukup letakkan di sudut kamar, lalu lihat sendiri perbedaannya.

Cara ini cukup sederhana karena tidak membutuhkan alat khusus. Kulit jeruk bisa ditempatkan di sudut kamar, dekat jendela, atau area lain yang sering menjadi tempat nyamuk masuk.

Kamar yang gelap dan minim sirkulasi udara adalah tempat yang disukai nyamuk. Oleh karena itu, usahakan kamar mendapatkan cukup cahaya Matahari dan memiliki sirkulasi udara yang mumpuni.

Cara berikutnya mengusir nyamuk adalah membersihkan sudut-sudut kamar secara teratur. Jangan hanya membersihkan lantai, tetapi juga bagian kamar yang jarang tersentuh, seperti kolong meja, belakang lemari, dan tirai.

Pakaian yang sudah digunakan sebaiknya tidak dibiarkan menumpuk atau terlalu lama digantung di kamar. Pasalnya, nyamuk tertarik pada aroma manusia yang masih menempel pada pakaian. Sebaiknya segera simpan atau cuci pakaian daripada membiarkannya begitu saja.

Jika ingin nyamuk tidak kembali, maka pembaca tidak boleh berfokus mengusir serangga dewasanya saja. Tempat serangga 'menyebalkan' ini berkembang biak juga harus mendapat perhatian.

Periksa wadah yang dapat menampung air, termasuk tempat penampungan air. Air yang menggenang dapat menjadi tempat nyamuk bertelur.

Wadah yang dapat menampung air perlu ditutup atau dibersihkan secara rutin. Tempat penampungan air juga perlu dikuras secara berkala untuk mencegah larva berkembang.

Beberapa orang senang memelihara tanaman di dalam kamar. Selain menambah kesegaran dan pemandangan indah, beberapa tanaman diketahui mampu membuat udara lebih segar.

Sayangnya, tanaman yang terlalu rimbun juga berpotensi dijadikan persembunyian nyamuk. Oleh karena itu, pembaca perlu merawatnya secara telaten, termasuk memangkas tanaman tersebut.

Selain aromaterapi, beberapa tanaman juga dapat ditempatkan di sekitar rumah.Tanaman lavender, rosemary, zodia, geranium, dan serai sebagai tanaman yang secara tradisional dimanfaatkan untuk membantu mengusir nyamuk karena aromanya.

Kalau nyamuk sering masuk melalui jendela atau ventilasi, pemasangan kasa bisa menjadi solusi sederhana. Kasa berfungsi sebagai penghalang fisik sehingga udara tetap dapat masuk, tetapi nyamuk lebih sulit masuk ke kamar.

Demikian sederet tips yang bisa pembaca terapkan untuk mengatasi nyamuk di kamar tidur. Selamat mencoba dan rasakan sendiri bedanya, ya, pembaca!

Artikel ini ditulis oleh Ovilia Putri Ramadhani Mahasiswa Magang Pendidikan di NadiKabar.com