NADIKABAR.COM — Musim hujan kerap membuat urusan mencuci pakaian jadi sedikit lebih merepotkan. Matahari jarang muncul, udara lebih lembap, sementara pakaian yang sudah dicuci kadang harus menunggu berhari-hari untuk kering.

Masalahnya, pakaian yang terlalu lama berada dalam kondisi lembap bisa memunculkan bau apek. Aroma tersebut biasanya semakin terasa ketika pakaian disimpan di lemari meski sebenarnya belum benar-benar kering.

Bau apek tidak sekadar soal pakaian yang kurang wangi. Lingkungan yang lembap juga dapat mendukung pertumbuhan jamur dan mikroorganisme tertentu. Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA) menjelaskan bahwa bau khas apek dapat menjadi salah satu tanda adanya pertumbuhan jamur, sementara pengendalian kelembapan menjadi bagian penting untuk mencegahnya.

Lalu, bagaimana menjaga pakaian tetap segar selama musim hujan?

Langkah paling penting adalah segera menangani pakaian setelah dicuci.

Pakaian yang sudah selesai dicuci sebaiknya langsung dijemur atau dipindahkan ke mesin pengering. Jangan membiarkannya terlalu lama menumpuk di dalam mesin cuci karena kondisi lembap dan tertutup dapat membuat pakaian semakin sulit segar.

Prinsip yang sama berlaku untuk pakaian yang terkena hujan. Jika pakaian basah karena kehujanan, jangan langsung dimasukkan ke keranjang pakaian kotor dalam kondisi lembap. Sebaiknya segera dicuci atau setidaknya digantung sampai tidak lagi dalam keadaan basah.

EPA juga menyarankan pakaian dan handuk yang basah tidak dibiarkan berada di keranjang cucian atau mesin cuci.

Maksimalkan sirkulasi udara saat menjemur

Ketika matahari tidak muncul, bukan berarti pakaian tidak bisa kering. Yang tidak kalah penting adalah memastikan udara dapat bergerak di sekitar pakaian.

Hindari menggantung pakaian terlalu rapat. Berikan jarak antara satu pakaian dan pakaian lainnya agar udara bisa melewati permukaan kain.

Jika menjemur di dalam rumah, pilih ruangan yang memiliki ventilasi baik. Kipas angin juga dapat membantu mempercepat pergerakan udara di sekitar pakaian.

Namun, jangan hanya mengandalkan pewangi untuk mengatasi masalah. Jika pakaian masih lembap, pewangi hanya berpotensi menutupi aroma sementara, sementara sumber kelembapannya tetap ada.

Pengendalian kelembapan memang menjadi kunci untuk mencegah pertumbuhan jamur. EPA merekomendasikan menjaga kelembapan relatif dalam ruangan di bawah 60 persen jika memungkinkan.