NADIKABAR.COM β Batik kerap dianggap sebagai busana yang hanya cocok dikenakan untuk menghadiri acara formal, padahal perkembangan desain dan produk batik membuat kain tradisional Indonesia tersebut dapat dipadukan untuk menunjang gaya sehari-hari.
Direktur Batik Keris, Andy Rusli, mengatakan generasi muda tidak harus menggunakan model batik yang selama ini identik dengan pakaian orang tua atau dikenakan untuk menghadiri acara tertentu. Eksplorasi terhadap model pakaian baru dapat membuat batik lebih mudah digunakan dalam keseharian.
βKita tidak perlu menggunakan mungkin produk-produk yang biasa hanya dipakai oleh ayah atau kakek kita, atau oleh ibu kita, atau oleh nenek kita. Tapi kita bisa bereksplorasi dengan produk-produk yang baru,β ujarnya ditemui di Jakarta, Jumat.
Andi mengatakan penggunaan batik juga tidak harus terbatas pada kemeja. Saat ini, banyak batik yang telah dikembangkan menjadi berbagai jenis busana, seperti jaket, rok lilit, halter, abaya, dan banyak lagi.
βBahkan kami juga punya pakaian tidur dari batik,β kata dia.
Menurut Andy, keberagaman produk tersebut dapat digunakan dalam berbagai situasi, termasuk oleh generasi muda.
Selain model pakaian, pemilihan motif dan warna juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
βAda banyak sekali baik dari motif warna seperti warna pastel, atau motif agak polos atau yang tidak terlalu penuh, banyak sekali,β ujar Andy,
Lebih lanjut, Andy mengatakan Batik Keris saat ini berupaya kembali menggunakan motif-motif batik terdahulu, tetapi mengolahnya dengan detail desain serta warna yang lebih modern.
βKita tidak mau meninggalkan motif-motif yang original, tapi kita membawa batik yang original itu ke era modern,β ujarnya.
Andy juga mengatakan tren batik saat ini cenderung mengarah pada busana dengan tampilan lebih sederhana, terutama untuk kebutuhan perkantoran.
Namun, menurut dia, penggunaan unsur polos secara berlebihan juga dapat membuat identitas batik menjadi kurang terlihat.
Karena itu, eksplorasi tetap diperlukan agar batik dapat mengikuti perkembangan gaya tanpa kehilangan karakter dasarnya.
Ia mengatakan salah satu cara agar batik tetap diminati generasi muda adalah dengan menghadirkannya dalam desain yang relevan dengan perkembangan zaman, tanpa menghilangkan identitas batik itu sendiri.
βKita selalu memikirkan agar produk kita itu bisa relevan dan tidak dianggap sebagai produk yang kuno untuk dipakai oleh anak-anak muda,β kata Andy.
Ia menambahkan, upaya membuat batik tetap relevan juga dilakukan dengan melibatkan lebih banyak anak muda dalam tim pengembangan produk. Mereka diharapkan dapat menyuarakan kebutuhan dan selera generasi muda sehingga produk yang dikembangkan dapat menyesuaikan dengan perkembangan zaman.
Andy menilai pelestarian batik tidak cukup hanya dengan mewajibkan masyarakat mengenakannya pada hari tertentu, tetapi juga perlu membuat batik menjadi produk yang memang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.