NADIKABAR.COM — Tirta Gangga Art Festival kembali digelar untuk ketiga kalinya dengan mengangkat keberagaman seni dan budaya. Art festival ini tidak hanya menghadirkan kesenian Hindu Bali, tetapi juga umat Islam sebagai bagian dari kekayaan budaya dan toleransi antarumat beragama.

Kepala Pengelola Taman Tirta Gangga, Anak Agung Made Kosalya, mengatakan Tirta Gangga Art Festival menjadi wadah untuk menampilkan beragam seni dan budaya yang berkembang di masyarakat. Selain penampilan tarian massal, ada pula parade budaya dan beberapa perlombaan selama festival berlangsung dari 13 hingga 19 September 2026.

"Sudah tentunya festival ini kami menyelenggarakan atau menampilkan seni-seni budaya, bukan saja seni budaya Hindu atau Bali, tetapi kami juga menampilkan seni budaya dari lintas agama," kata Kosalya saat ditemui di sela-sela acara, Minggu (13/9/2026).

Menurut Kosalya, keberagaman merupakan salah satu khazanah budaya yang dimiliki Bali. Bali tidak hanya dikenal karena seni dan budaya Hindu, tetapi juga karena kehidupan dari berbagai umat beragama dengan toleransi yang kuat.

Kosalya berharap penyelenggaraan Tirta Gangga Art Festival juga dapat memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata, khususnya di Karangasem. Tirta Gangga Art Festival bisa menjadi salah satu daya tarik tambahan bagi wisatawan untuk berkunjung ke Gumi Lahar.

"Harapan kami dengan penyelenggaraan festival ini, jumlah kunjungan wisatawan yang datang ke Bali khususnya ke Karangasem makin meningkat," harap Kosalya.

Kosalya mengajak seluruh pihak, baik pelaku pariwisata, pemerintah, dan sebagainya untuk bersama-sama mendorong kebangkitan pariwisata Karangasem melalui berbagai kegiatan seni dan budaya.

Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata (Gus Par), menyambut positif pelaksanaan Tirta Gangga Art Festival. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu momentum penting untuk memperkenalkan potensi pariwisata Karangasem sekaligus mendorong peningkatan kunjungan wisatawan.

Gus Par berharap Tirta Gangga Art Festival makin mengangkat nama Karangasem sebagai salah satu destinasi wisata di Bali. Selain berdampak terhadap kunjungan wisatawan, peningkatan sektor pariwisata juga diharapkan mampu menarik minat investor untuk menanamkan modal di Karangasem.

"Ini sangat bagus sekali untuk mengangkat nama Karangasem untuk ke depannya. Mudah-mudahan ke depan pariwisata makin meningkat, kunjungan wisata juga makin meningkat," harap Gus Par.