NADIKABAR.COM — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyebut pembangunan museum dan monumen bahasa nasional di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) menjadi jejak sejarah lahirnya bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa Melayu.

"Pembangunan ini secara sistematis menandakan bahwa bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu, dan semua jejaknya terkumpul di museum ini," kata Tito saat peletakan batu pertama proyek museum dan monumen bahasa nasional di Pulau Penyengat, Kamis.

Tito mengapresiasi Gubernur Kepri Ansar Ahmad sebagai kepala daerah yang berani merealisasikan pembangunan museum dan monumen bahasa nasional di tengah kondisi keterbatasan anggaran daerah.

Menurutnya proyek tersebut akan menjadi legacy yang luar biasa khususnya bagi warga Penyengat, dan bangsa Indonesia pada umumnya. Termasuk saudara serumpun Melayu di Malaysia hingga Singapura.

Pembangunan museum dan monumen bahasa nasional juga menjadi pembakuan sejarah bagi warga yang hari ini menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan nasional.

Museum dan monumen ini semakin memperjelas dari mana asal muasal bahasa Melayu dan bahasa Indonesia.