NADIKABAR.COM — TNI Angkatan Darat (AD) melalui Kodim 0102/Pidie bersama unsur terkait menertibkan dan menurunkan Bendera Bulan Bintang yang dikibarkan di Kabupaten Pidie, Aceh. Sebelum penertiban dilakukan, aparat TNI dan Polri telah mengedepankan langkah persuasif melalui komunikasi dan mediasi.
"Dalam menjaga keamanan dan keutuhan NKRI, TNI AD senantiasa mengedepankan langkah persuasif, komunikasi sosial, serta sinergi dengan Polri, pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat," demikian keterangan dari Dispenau, Kamis (5/11/2026).
Pengibaran bendera Bulan Bintang itu dilakukan dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw yang digelar warga di Meunasah Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, Rabu (4/11). Upaya persuasi dengan panitia penyelenggara agar bendera tersebut tidak dikibarkan tersebut tak mencapai kesepakatan karena panitia tetap bersikeras mengibarkan bendera.
Di sisi lain, TNI AD juga melakukan langkah antisipasi terhadap rencana kegiatan Syiar Aceh Merdeka di wilayah Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya. Personel Kodim 0102/Pidie bersama personel Bawah Kendali Operasi (BKO) melaksanakan patroli dan komunikasi sosial dengan masyarakat. Kegiatan yang semula direncanakan di Desa Udeung Poroh akhirnya dipindahkan ke Makam Abdullah Syafi'i, Desa Cubo, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya.
Dalam proses penertiban di Desa Pulo Keunari, situasi meningkat dan terjadi aksi pelemparan batu serta kayu ke arah personel TNI. Sejumlah orang juga terlihat membawa senjata tajam.
TNI AD mengatakan personel telah berupaya menenangkan dan membubarkan massa menggunakan perlengkapan pengendalian huru-hara. Namun, karena massa terus melakukan tindakan anarkis dan keselamatan personel terancam, dilakukan tindakan pengamanan secara bertahap dengan mengeluarkan tembakan peringatan menggunakan munisi hampa, kemudian munisi karet.
"Setelah massa membubarkan diri, personel TNI menurunkan Bendera Bulan Bintang di lokasi kegiatan. Penertiban tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan wilayah serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," katanya.
Dalam peristiwa tersebut, tercatat 14 warga menjadi korban, yaitu satu orang meninggal dunia dan 13 orang terluka. Selain itu, enam personel TNI juga mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis sesuai kondisi masing-masing.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Abzalul Riza, warga Desa Dayah Gampong Baro, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie. Jenazah telah dimakamkan pada Kamis (5/11) pukul 01.00 WIB di pemakaman umum Desa Dayah Kampong Baru, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie.
"TNI AD menyampaikan keprihatinan dan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya warga dalam peristiwa tersebut serta berharap seluruh korban luka segera pulih. TNI AD juga terus berkoordinasi dengan aparat terkait untuk memantau perkembangan situasi dan memastikan kondisi wilayah tetap terkendali," katanya.
Hingga pukul 04.30 WIB pagi ini, situasi keamanan di Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, secara umum telah kondusif. Personel TNI tetap melaksanakan pemantauan dan koordinasi dengan aparat terkait guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.