Dua unsur yang terlibat, yakni KRI Tarakan-905 dari Satuan Kapal Bantu (Satban) Koarmada II dan KRI Teluk Banten-516 dari Satuan Kapal Amfibi (Satfib) Koarmada II yang keduanya adalah Unsur BKO Guskamla Koarmada III, melaksanakan sejumlah serial latihan untuk menguji kemampuan teknis, taktis, serta koordinasi antarkapal dalam mendukung pelaksanaan tugas operasi laut.
Latihan meliputi replenishment at sea (RAS) atau pembekalan di laut, flaghoist untuk komunikasi menggunakan isyarat bendera, flashex untuk penyampaian berita melalui isyarat lampu, serta tactical maneuver berupa latihan manuver taktis antarkapal secara terkoordinasi.
"Seluruh rangkaian dirancang untuk meningkatkan ketepatan komunikasi, kemampuan bernavigasi, dan keselarasan tindakan antarunsur dalam berbagai situasi operasi," katanya.
Pelaksanaan latihan antarunsur setingkat L-3 ini juga menjadi wujud penerapan arahan pimpinan TNI AL dan pembinaan kemampuan satuan, termasuk penekanan Dansatban Koarmada II Kolonel Laut (P) Aria Candrayuda M. Arifin terhadap pentingnya meningkatkan keterampilan prajurit dan kesiapan material tempur.