Dia menjelaskan pesawat ini bisa menjadi pusat komando pengendalian (Puskodal) berjalan yang berfungsi mengkoordinasikan pesawat tempur dan angkut dalam menjalankan operasi tempur.

Dengan adanya puskodal ini, sistem komunikasi antar pesawat bisa terintegrasi dan dapat terpantau langsung dari dalam A330.

Selain itu, pesawat tersebut juga mampu mengangkut 88 prajurit dan barang bawaan yang berkaitan dengan kebutuhan operasi tempur

Tidak hanya itu, pesawat ini juga dikerahkan untuk mengisi bahan bakar pesawat tempur di udara atau air to air refuiling.