NADIKABAR.COM — TNI AU mengirim penerbang pesawat Tempur Rafale ke Prancis untuk mendalami ilmu penggunaan senjata dan taktik perang udara.

"Kita mengirim beberapa orang ke Prancis untuk meng-upgrade kemampuan penggunaan senjata atau weapon course, meng-upgrade taktik pertempuran udara dan sebagainya, kita masih perlu belajar," kata Tedi saat ditemui di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis.

Menurut Tedi, pelatihan itu perlu dilakukan agar para penerbang tempur mampu mengoperasikan Rafale dengan maksimal, terutama saat misi pertempuran.

Namun demikian, Tedi tidak merinci lebih detail terkait pelatihan taktik tempur yang dimaksud dan berapa jumlah pilot yang dikirim ke Prancis.

Tedi mengatakan pelatihan dasar menerbangkan Rafale sudah bisa dilakukan di Indonesia, tepatnya di Lanud Roesmin Nurjadin, Riau.

Di sana, para penerbang baru menjalani latihan menggunakan flight simulator pesawat tempur Rafale serta dibimbing pelatih khusus.

Dengan adanya fasilitas latihan mandiri di Lanud Roesmin Nurjadin, Tedi berharap TNI AU dapat lebih mandiri dalam mendidik dan melahirkan penerbang baru pesawat tempur Rafale.