NADIKABAR.COM — Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI Feri Yunaldi mengatakan pihaknya selalu memantau perkembangan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa wilayah.

Pemantauan itu dilakukan TNI AU untuk mengetahui wilayah mana saja yang harus ditangani TNI AU terlebih dahulu dengan operasi modifikasi cuaca (OMC) atau water bombing.

Feri kepada NadiKabar di Jakarta, Kamis, mengatakan berdasarkan data per Selasa (27/10) yang diambil dari Laporan Situasi (Lapsit) Posko Karhutla di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, tercatat ada 164 titik api awal dengan luas wilayah terdampak mencapai 708,95 hektare di tiga wilayah, yakni Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Selatan.

"Dari jumlah tersebut, 88 titik api dengan luas 224,93 hektare telah dipadamkan, sedangkan 76 titik api dengan luas 484,02 hektare masih dalam proses penanganan," kata Feri.