Proses penyemaian garam bermula dari pesawat yang lepas landas dari Lanud Sri Mulyono Herlambang, Palembang.

Pesawat lalu terbang ke langit wilayah terjadinya karhutla. Setelah sampai di posisi itu, barulah pesawat menyalakan alat khusus untuk menyebarkan garam ke langit.

Kandungan garam tersebut akan bereaksi saat menyentuh awan dan menghasilkan hujan buatan.