"Dua senjata organik yang dirampas kelompok Manfred Fatem akhirnya berhasil kita ambil kembali seluruhnya. Ini merupakan bukti kesungguhan, kerja keras, dan tanggung jawab prajurit dalam menuntaskan tugas," kata Riyanto dalam keterangan tertulis, Minggu (18/10).
Ia mengatakan keberhasilan tersebut memiliki arti bukan hanya karena materiil satuan berhasil diamankan kembali, tetapi karena senjata tersebut tidak lagi dapat disalahgunakan untuk melakukan aksi kekerasan yang membahayakan keselamatan masyarakat maupun aparat.
"TNI akan tetap tegas terhadap setiap ancaman bersenjata, dengan tindakan yang selektif, terukur, profesional, dan sesuai ketentuan hukum. Namun, kepada saudara-saudara yang ingin meninggalkan kekerasan, jalan damai tetap terbuka," ujarnya.