"Sekarang itu sudah, wah, semua orang ingin operasi katarak," ungkap Irwan Hidayat.
Irwan Hidayat menjelaskan bahwa hingga saat ini, Sido Muncul telah memperluas akses layanan kesehatan mata melalui program operasi katarak gratis yang telah menjangkau lebih dari 57.000 mata di seluruh Indonesia. Pada tahun ini khususnya, Sido Muncul sudah mengoperasi sebanyak 724 penderita katarak. Menurutnya, program ini perlu dilakukan secara berkelanjutan karena katarak merupakan penyakit degeneratif.
"Jadi ini (operasi katarak) akan terus ada, tidak akan selesai, karena ini penyakit degeneratif. Operasi katarak ini sangat spesifik dan berkesan, karena begitu selesai dioperasi, pasien bisa langsung melihat hasilnya detik itu juga. Beda dengan obat atau operasi lainnya yang belum tentu langsung terasa sembuh. Makanya kami sangat senang bisa terus konsisten di program katarak ini," terang Irwan.
Irwan Hidayat memastikan upaya Sido Muncul untuk membantu masyarakat yang membutuhkan tidak berhenti sampai di situ. Ia mengatakan Sido Muncul melalui Tolak Angin akan kembali berkontribusi dalam program operasi katarak gratis yang direncanakan diselenggarakan oleh RS Keluarga Sehat Rembang pada 2027 mendatang.
"Dan nanti tahun depan, kan, rencananya Mei mau melakukan operasi katarak lagi. Ya, pokoknya nanti Sido Muncul, lapor saja. Dan Perdami, pasti mau ikut berpartisipasi," kata Irwan Hidayat.
Sementara itu, Direktur Utama PT Keluarga Sehat Sejahtera (KSS) dan PT Keluarga Sehat Coverall (KSC), dr. Benny Purwanto, MARS, P.H.Eng., menyambut baik kontribusi Sido Muncul dalam penyelenggaraan operasi katarak gratis. Menurutnya, program tersebut mampu memberikan dampak positif bagi pasien penerima manfaat.
"Tapi bagaimanapun juga, Sido Muncul ini merupakan industri jamu karya anak bangsa yang identik dengan CSR. Terima kasih atas dukungannya kepada seluruh jajaran direksi dan juga seluruh aktivitas dari Sido Muncul," kata Benny.
Selain operasi katarak gratis, Sido Muncul juga konsisten menggelar kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) lainnya, seperti program operasi bibir sumbing gratis hingga memberikan bantuan untuk anak-anak penderita stunting di berbagai wilayah di Indonesia.
Selain itu, ia mengatakan bahwa dalam menjalankan program tersebut, pihak rumah sakit mengerahkan dokter-dokter berpengalaman dalam menangani penyakit katarak. Pihak rumah sakit juga memfasilitasi para dokter dengan sejumlah peralatan medis untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan operasi.
"Rumah Sakit Keluarga Sehat Sejahtera memiliki kapasitas 100 tempat tidur, bedah sentral, sistem MOT atau Modular Operating Theatre dengan tata udara steril dan peralatan bedah mata yang canggih, serta bedah laser dengan harmonik skalpel, IGD lengkap, CT Scan 128 slice," ungkapnya.
"Lalu, Rumah Sakit ini juga didukung tenaga profesional dan tenaga medis. Ada 23 dokter spesialis yang menjalani on-the-job training sebelum bekerja sehingga diharapkan tidak terjadi kegagalan saat menangani pasien," sambungnya.