Trump menyinggung soal "hubungan yang sangat baik" tim redaksi dirinya dan Kim Jong Un sebagai salah satu alasannya memberikan perintah tersebut. Dia juga menyebut latihan tahunan itu memakan biaya besar dan mengirimkan sinyal permusuhan yang tidak perlu kepada Pyongyang.
Trump tengah mengupayakan pertemuan puncak terbaru dengan Kim Jong Un. Kedua pemimpin telah melakukan pertemuan sebanyak tiga kali pada tahun 2018 dan tahun 2019 lalu, selama periode pertama masa jabatan Trump.
Sebelumnya, Korut memberikan tanggapan datar terhadap pemangkasan latihan gabungan AS-Korsel. Kim Yo Jong, adik perempuan Kim Jong Un, menilai latihan gabungan itu tetap bersifat provokatif dan agresif, meskipun skala dan durasinya telah dikurangi.
Secara terpisah, AS akan kembali menggelar latihan dengan Korsel dan Jepang pada 7-11 September mendatang. Korut berulang kali mengecam latihan semacam itu sebagai ancaman terhadap keamanan kawasan.