"Mereka terlalu percaya diri dengan posisi tawar mereka," ucap Trump dalam wawancara yang diterbitkan pada Minggu (27/9).

Saat ditanya apakah AS sedang mempertimbangkan untuk kembali melancarkan serangan militer terhadap Iran, Trump mengatakan bahwa opsi itu tetap terbuka.

Ketika berbicara kepada wartawan di luar Gedung Putih, Trump secara terbuka mengakui bahwa dirinya telah menolak usulan terbaru Iran. "Mereka telah mengajukan usulan dan saya menolaknya," ucapnya.

Persyaratan yang diajukan Iran dalam usulan terbarunya, menurut laporan media terkemuka AS, New York Times (NYT), mencakup penghentian segala permusuhan di Timur Tengah selama tujuh hari, termasuk di Lebanon -- di mana kelompok Hizbullah, yang didukung Iran, bertempur melawan Israel. Usulan itu juga menuntut pencairan aset-aset Iran yang dibekukan, yang nilainya diperkirakan mencapai US$ 12 miliar (setara Rp 214,9 triliun), juga pencabutan sanksi terhadap minyak Iran dan diakhirinya blokade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Pada hari ketujuh gencatan senjata berlangsung, Iran akan membuka kembali Selat Hormuz.

Hingga Minggu (27/9), Iran masih bersikeras pada syarat-syarat tersebut untuk membuka kembali Selat Hormuz, sehingga situasi di kawasan Teluk tetap menemui jalan buntu.