NADIKABAR.COM — Ekonom senior, Thomas Trikasih Lembong atau Tom Lembong hadir di peringatan 98 Sumpah Pemuda yang digelar DPP PDIP pada Rabu (28/10).

Tom hadir bersama Ketua DPP Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok hingga cucu proklamator Mohammad Hatta, Gustika Jusuf Hatta. Pada acara tersebut, mereka membahas isu pemuda lintas generasi hingga kriminalisasi.

Gustika misalnya, mengkritik data yang dikumpulkan susah payah, namun tidak pernah digunakan oleh pada pembuat kebijakan. Dia juga menyoroti kriminalisasi terhadap pemikiran kritis anak muda.

"Orang muda ketika kritis bukan hanya dibungkam tapi juga dikriminalisasi," kata Gustika dikutip dari keterangan resmi DPP PDIP, Kamis (29/10).

Sementara, Ahok mengingatkan agar kepemimpinan mestinya terus mendengar. la menyebut seluruh permintaan dan pengaduan warga harus direspons dengan cara yang santun.

Selama menjadi Gubernur Jakarta, kata dia, kebijakan tanpa kajian dan dialog bisa merugikan warga. Misalnya, relokasi warga ke rumah susun yang justru mematikan usaha kecil dan merusak jejaring sosial antar-tetangga.

"Dulu kita pindahkan orang, kita berpikir untuk kebaikan dia, ternyata orang yang tinggal di gang-gang sempit itu dia bisa dagang," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Tom Lembong menilai generasi muda akan menghadapi tekanan terberat bila perekonomian goyah. Dia memperkirakan potensi krisis dalam 6-12 bulan ke depan.

Meski begitu, menurut dia, pemuda tak boleh pesimis. Menurutnya, sejarah menunjukkan krisis kerap memicu reformasi yang menyelamatkan generasi berikutnya, seperti yang terjadi di sejumlah negara Eropa dan di Indonesia setelah 1998.

"Hitungan saya mungkin potensi kita krisis dalam 6 bulan-12 bulan ke depan itu di atas 50 persen," ujarnya.