Keputusan tersebut diambil menyusul kekecewaan pengurus terhadap T.O.P dan agensinya, TOPSPOT Pictures, yang dinilai kurang memberikan perhatian terhadap dedikasi para penggemar.
Pengurus menyoroti minimnya komunikasi dengan pihak agensi, termasuk kurangnya informasi mengenai aktivitas T.O.P setelah merilis album solo pertamanya, Another Dimension, pada April 2026.
Mereka juga mengkritik pihak agensi yang dinilai membebankan sejumlah pekerjaan promosi, penerjemahan konten, hingga penyampaian informasi kepada penggemar internasional kepada pengelola fan page secara sukarela.
"Kami memutuskan bahwa kami tidak lagi dapat membiarkan penolakan mereka untuk menghadapi kenyataan, sikap menghindar dari tanggung jawab, serta anggapan bahwa dedikasi para penggemar adalah hal yang lumrah," ungkap para pengurus dalam pernyataan yang diunggah di akun X resmi situs tersebut, seperti diberitakan The Korea Herald.
"Hanya karena kami memulai ini secara sukarela, bukan berarti waktu dan tenaga kami bisa dianggap sewajarnya begitu saja," ujar mereka.
Kekecewaan tersebut turut mencuat setelah rencana pameran foto yang terinspirasi dari album solo T.O.P dibatalkan.
Acara yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Oktober hingga 1 November 2026 itu batal digelar karena jumlah pendaftar tidak memenuhi target sehingga biaya operasional sulit ditanggung pengurus.
"Meskipun dia mengaku membuat album solo pertamanya untuk para penggemar, tidak ada cukup penampilan maupun kesempatan berkomunikasi yang paling diinginkan dan ditunggu-tunggu oleh para penggemar," ujar mereka.
Merespons polemik tersebut, TOPSPOT Pictures menyampaikan permintaan maaf pada 10 Oktober 2026. Agensi mengakui komunikasi dan informasi mengenai aktivitas T.O.P belum tersampaikan secara memadai kepada penggemar serta menyatakan akan mengevaluasi sistem komunikasi mereka.