Masalah tersebut membuat Toprak kesulitan mendapatkan akselerasi. Kondisinya semakin buruk pada enam lap terakhir hingga dia mulai mempertanyakan bagaimana bisa menyelesaikan balapan.
"Pada akhirnya, enam lap terakhir, saya bertanya kepada diri sendiri, 'Bagaimana mungkin saya menyelesaikan balapan?', karena di trek lurus ban hanya terus spin," tutur Toprak.
"Keluar dari tikungan pertama, ketika saya mulai menegakkan motor, saya hanya spin. Di mana-mana, saya hanya merasakan spin dalam enam lap terakhir," sambungnya.
Toprak kemudian menyebut MotoGP Austria sebagai balapan terburuk kedua dalam hidupnya. Pengalaman serupa pernah dia rasakan di Thailand musim ini karena masalah grip.