"Sulit untuk menjelaskan karena, dalam karier saya, 14 tahun sebagai pelatih, saya belum pernah melihat satu tim seperti kami. Kami sangat rapuh, sangat tidak konsisten," katanya.

"Anda tidak bisa sangat baik dalam 30, 40 menit pertama, dan kemudian kebobolan dengan cara seperti ini. Sulit untuk diterima bagi saya."

"Mungkin komunikasi antara para pemain [masalahnya], mungkin para pemimpin harus lebih kuat. Kami butuh sosok untuk memotivasi dan memimpin tim," ungkapnya.