"Kerja sama ini memiliki potensi untuk berkembang ke berbagai bidang di luar taksi, termasuk kendaraan komersial," kata Nakajima dalam pengarahan pers secara daring.

Sementara itu, Co-CEO Waymo Dmitri Dolgov mengatakan Toyota dipilih karena memiliki teknologi keselamatan, keandalan, dan kualitas kendaraan yang baik.

Pada Agustus, Toyota juga mengumumkan target untuk melengkapi kendaraan produksinya pada 2028 dengan teknologi yang memungkinkan pengemudi hanya melakukan sedikit pengendalian kendaraan.