Ia mengatakan Toyota menerapkan pendekatan multi-pathway dengan menyediakan kendaraan bermesin pembakaran internal, kendaraan hibrida, hingga kendaraan listrik berbasis baterai untuk menyesuaikan kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia yang beragam.

Pertumbuhan permintaan kendaraan elektrifikasi juga terlihat pada kinerja penjualan.

Pada Januari–Agustus 2026, perusahaan mencatat penjualan kendaraan elektrifikasi Toyota dan Lexus mencapai lebih dari 38.769 unit atau tumbuh 86 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu 20.850 unit.

Secara keseluruhan, penjualan wholesales Toyota pada Januari–Agustus 2026 mencapai 175.932 unit, meningkat sekitar 9 persen dibandingkan 161.080 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kontribusi kendaraan elektrifikasi terhadap total penjualan Toyota juga meningkat menjadi 21,9 persen dari 12,8 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Bansar menilai penerimaan tersebut menunjukkan teknologi akan lebih mudah diterima ketika memberikan manfaat yang sesuai dengan kebutuhan pengguna, termasuk dari sisi efisiensi, kenyamanan, dan penggunaan sehari-hari.