NADIKABAR.COM — Jamasan Gong Kiai Pradah di Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar menjadi salah satu tradisi budaya yang dilestarikan, dan masuk dalam daftar warisan tak benda. Tradisi itu juga dibarengi aksi rebutan air bekas jamasan oleh ribuan warga yang menyakini membawa berkah.

Pantauan NadiKabar, ribuan warga memadati kawasan Alun-alun Lodoyo, Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar sejak pagi. Mulai dari anak-anak hingga lansia tampak antusias menyaksikan jamasan tersebut meskipun di bawah terik matahari.

Jamasan Gong Kiai Pradah dimulai dengan kirab dari tempat penyimpanan di Pendopo sebelah barat. Setelah itu, gong dibawa menuju ke tempat jamasan di bangunan panggung atau menara. Di situ, gong Kiai Pradah dibersihkan dengan air kembang hingga dibaluri boreh dan sebagainya.

Selanjutnya, Gong Kiai Pradah ditutup kembali dengan kain putih dan dibawa ke Pendopo untuk disimpan. Terakhir, prosesi jamasan akan ditutup dengan pemotongan tumpeng nasi kuning sebagai bentuk rasa syukur bersama.