Salah satu sosok yang sangat dihormati dalam tradisi tersebut adalah Syekh Padamatan. Ia dikenang sebagai leluhur yang memiliki jasa besar dalam membangun fondasi Desa Wanasigra.

Sementara itu, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mengatakan bahwa kedatangan warga Wanasigra menjadi kesempatan berharga untuk kembali bersilaturahmi dengan masyarakat, sekaligus menyambut tradisi budaya yang telah lama hidup di tengah masyarakat.

Herdiat menyebut Tradisi Merlawu bukan hal asing baginya. Bahkan, jauh sebelum menjabat sebagai Bupati Ciamis, ia mengaku kerap mengikuti rangkaian tradisi tersebut setiap tahun. Karena itu, Herdiat mendorong masyarakat Wanasigra untuk terus menjaga dan merawat tradisi tersebut.

Menurutnya, peninggalan leluhur bukan hanya untuk dikenang, tetapi juga harus dipelihara agar tetap hidup dan dapat diwariskan dengan baik kepada generasi berikutnya.

"Sebagai generasi penerus, kita mempunyai kewajiban untuk memelihara dan menjaga warisan budaya peninggalan leluhur," kata Herdiat.

Ia menilai keberadaan Situs Kabuyutan Gandoang dan Tradisi Merlawu memiliki potensi yang lebih luas. Jika dirawat dengan baik, tradisi tersebut dapat menjadi daya tarik wisata budaya yang kuat, bukan hanya bagi masyarakat Ciamis, tetapi juga bagi wisatawan luar daerah yang ingin mengenal kekayaan budaya Tatar Galuh.

Namun, Herdiat menyampaikan permohonan maaf kepada warga karena tidak dapat hadir langsung pada puncak Tradisi Merlawu yang berlangsung Jumat nanti. Pada Kamis siang, ia harus bertolak ke Bali untuk menghadiri agenda pemerintahan strategis berkaitan dengan Kementerian Dalam Negeri.

Padahal, kehadiran dalam Tradisi Merlawu sudah masuk dalam agendanya sejak jauh-jauh hari. "Sebetulnya saya pengen banget. Sudah diagendakan dari dulu. Tapi saya manusia yang merencanakan, Allah SWT yang menentukan," ujar Herdiat.