NADIKABAR.COM — Gempa Bumi Khait pada 1949 di Tajikistan merupakan salah satu bencana alam paling merusak dalam sejarah wilayah pegunungan Pamir. Gempa ini memicu banjir bandang yang mematikan.
Dikutip dari laporan resmi, gempa tektonik berkekuatan magnitudo M 7,6 ini memicu gelombang bencana tanah longsor dahsyat yang menimbun pemukiman di sekitarnya.
Bencana ini menewaskan lebih dari 7.000 orang. Sebagian besar tewas karena oleh hancurnya bangunan serta runtuhan tanah longsor masif yang mengubur Kota Khait, Khisorak. Selain itu, sekitar 20 desa di Lembah Yasman.
Bencana ini diawali dengan gempa dangkal berkekuatan sekitar M 6,4 di sebelah barat Khait yang menyebabkan kerusakan awal di Lembah Yasman.
Kemudian, pada 9-10 Juli 1949 hujan deras mengguyur wilayah Lembah Yasman, menyebabkan endapan tanah di lereng-lereng pegunungan menjadi penuh dengan lumpur. Sungai di sekitar lembah tersumbat.
Kemudian, gempa pada 10 Juli 1949, yang berkekuatan M 7,6 mengguncang wilayah tersebut dengan durasi retakan sumber gempa sekitar 25-35 detik.
Guncangan kuat seketika menghancurkan bangunan. Gempa juga menggetarkan tanah secara ekstrem, dan memicu gumpalan debu yang membuat langit menjadi gelap gulita.
Guncangan gempa memicu tanah longsor. Hal ini termasuk banjir longsoran sepanjang 4 km yang menimbun kota dan desa-desa di Lembah Yasman. Masih di hari yang sama, beberapa gempa susulan kuat terjadi.
Peneliti pun mengungkap bahwa gempa ini dipicu oleh pergeseran pada patahan di dalam batuan dasar wilayah tersebut. Kerusakan parah dan tingginya jumlah korban disebabkan oleh kombinasi intensitas guncangan gempa yang sangat tinggi dan banjir longsoran tanah tersebut.