Rasa kehilangan tersebut sempat membuatnya terpukul saat harus menjalani fase baru kehidupannya. Ia merasa gamang ketika pertama kali melahirkan dan merawat anak. Sebab ia terpaksa mempelajari seluruh peran sebagai orang tua secara otodidak tanpa ada bimbingan ibu kandung.

"Jangan sampai Kamari tuh merasakan juga karena ya rasanya sangat tidak enak ya. Tumbuh tanpa seorang ibu, udah gitu menjadi seorang ibu tanpa ibu tuh kayak siapa sih yang ngajarin gue, bingung gitu. Serba belajar sendiri menjadi seorang ibu," tuturnya.

Trauma masa lalu itu menumbuhkan tekad kuat dalam diri Jennifer Coppen agar Kamari tidak merasakan hal serupa. Ia terus memanjatkan doa agar senantiasa diberikan kesehatan dan raga yang prima demi menjaga buah hatinya.