Berlliana menegaskan candaan tidak boleh dijadikan alasan untuk menormalisasi pelecehan di ruang digital. Menurutnya, setiap pengguna media sosial perlu memahami batasan etika dalam berinteraksi.

"Bercanda itu boleh, aku pun sehari-hari kerjanya bercanda. Tapi kita harus paham mana bercanda dan mana pelecehan. Jangan sampai situasinya dibalik, tindakan yang jelas-jelas melecehkan malah dianggap sekadar lelucon," tegas Berlliana.

Sementara itu, Nanda yang juga menjabat Ketua Umum Ikatan Manajer Artis Indonesia (Imarindo) itu menyoroti tanggung jawab agensi dalam mengawasi kreator konten, termasuk melalui peran moderator selama siaran langsung.

"Kalau seorang kreator dianggap punya kekurangan dalam berkomunikasi, semestinya pihak agensi atau manajemen ikut bertanggung jawab mengawasi. Di setiap live streaming ada peran moderator. Moderator itulah yang harus menjaga jalannya siaran agar tidak menyimpang ke hal-hal yang merendahkan orang lain," pungkas Nanda.