Di Sempur, ruang terbuka dengan lintasan olahraga, mempertemukan warga dengan kota yang terus bergerak. Pagar istana, pepohonan besar, dan bangunan lama membuat langkah kerap stop dadakan. Selalu ada sesuatu yang mengundang dilihat lebih lama.

Surken mempunyai lapisan waktunya sendiri. Pada masa kolonial, jalan niaga ini dikenal sebagai Handelstraat, berkembang bersama permukiman dan jaringan perdagangan masyarakat Tionghoa.

Peter van Dun, dalam tulisan yang tersimpan di perpustakaan digital Belanda, DBNL, menunjukkan bahwa peta panduan Baedeker 1914 sudah mencantumkan perkampungan Tionghoa di selatan istana. Perdagangan kemudian berkelindan dengan makanan; seiring usaha kuliner bertumbuhan sejak awal 2000-an. Teras Surken diresmikan pada 27 Agustus 2020, ketika Bima Arya menjadi wali kota.

Di sepanjang koridor Jalan Suryakencana, toge goreng, cungkring, soto kuning, pisang goreng, cempedak goreng, laksa, lumpia basah, asinan, roti unyil, dan jajanan manis seperti berjejeran.