NADIKABAR.COM — Tren fashion bagi generasi muda di Surabaya kini tak lagi terbatas pada panggung runway megah atau studio foto. Para kreator lokal justru makin gencar memanfaatkan sudut-sudut kota sebagai panggung ekspresi life style.
Fenomena ini memperlihatkan bagaimana ruang publik, mulai dari kawasan modern hingga bangunan bersejarah, bergeser menjadi arena kreatif yang hidup. Pilihan lokasi tersebut memberikan warna baru dalam dunia pembuat konten fashion di Kota Pahlawan.
Hal itu diungkapkan oleh seorang konten kreator sekaligus model lepas (freelance) asal Surabaya, Robbi Aidil Muttaqin (21). Menurutnya, ruang publik di Surabaya menyimpan karakter visual kuat yang sayang jika hanya dilewati begitu saja.
"Persoalannya bukan semata-mata apa yang dikenakan, melainkan bagaimana pakaian itu ditempatkan dalam sebuah cerita visual," kata Robbi kepada NadiKabar, Rabu (2/9/2026).
Salah satu kawasan yang kerap menjadi jujukan adalah wilayah Surabaya Barat. Area ini menawarkan arsitektur modern di lokasi seperti Spazio, Pakuwon City Mall, hingga Grand Harvest yang ideal untuk berburu foto gaya outfit of the day (OOTD).
Bagi pencinta nuansa vintage, kawasan Kota Lama Surabaya menawarkan atmosfer yang berbeda. Bangunan bersejarah di sekitar De Javasche Bank memberikan kesan klasik, sehingga tampilan outfit yang simpel justru terasa lebih pas.
"Bagi saya, ketika latarnya sudah berkarakter kuat, outfit justru sebaiknya tidak terlalu ramai," ujarnya.
Lalu ada Jalan Tunjungan menjadi salah satu ikon Surabaya dan tempatnya penggemar konsep street style. Hiruk-pikuk pejalan kaki, lalu lintas kota, serta pendar lampu toko menjelang sore menciptakan lanskap foto yang spontan dan hidup.
Perkembangan media sosial turut mengubah pola pikir anak muda dalam berbusana. Tampil gaya kini tak lagi bergantung pada kepemilikan pakaian bermerek dengan harga fantastis.
"Fashion tidak selalu membutuhkan runway. Terkadang trotoar, kafe, atau bangunan tua sudah cukup menjadi panggung," pungkasnya.