Pada periode 30 Agustus-5 September 2026 ada sebanyak 54 kasus baru; periode 6-12 September 2026 sebanyak 79 kasus baru dan minggu berikutnya sebanyak 26 kasus baru.

"Kenaikan kasus terlihat di periode minggu ke 36 atau 6-12 September 2026," kata Sharuna.

Ia mengataka tren tersebut tidak berhubungan langsung dengan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang telah mencapai beberapa wilayah Jakarta.