NADIKABAR.COM — Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Barat mencatat tren kasus pneumonia (infeksi paru) di wilayahnya menunjukkan peningkatan drastis pada triwulan ketiga 2026.

"Berdasarkan tarikan data Sistem Pencatatan Digital NAR (New All Record), terjadi kenaikan kasus pneumonia di Jakarta Barat, di mana pada triwulan kedua sebanyak 9.688 kasus dan pada triwulan ketiga tercatat 15.998 kasus," tutur Kepala Sudinkes Jakarta Barat, Sahruna saat dihubungi di Jakarta, Jumat.

Ada beberapa faktor utama peningkatan drastis tersebut. "Pertama, faktor perubahan iklim, lingkungan dan polusi udara, lalu kekebalan tubuh atau imunitas," kata dia.

Selanjutnya, dinamika evolusi dan penularan patogen, faktor kerentanan intrinsik anak (kesehatan dasar anak) serta perilaku merokok, sehingga meningkatkan paparan asap rokok.

Pihaknya kini tetap melakukan pemantauan secara berkala untuk mengantisipasi kenaikan kasus lebih lanjut."Kita juga melakukan pengambilan sampel dan dikirimkan ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat) untuk dilihat lebih lanjut spesifikasi kasus ILI," kata Sahruna.

Pihaknya juga melakukan koordinasi lintas sektor agar masyarakat bergejala berobat ke fasilitas kesehatan.

"Jadi, masyarakat juga diimbau untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menggunakan masker dan menerapkan etika batuk," ujarnya.