NADIKABAR.COM — Bangkok, (ANTARA/PRNewswire)- Perubahan prioritas konsumen dan hadirnya teknologi bahan baru terus memengaruhi perkembangan produk personal care di kawasan Asia Pasifik. Berbagai tren dan peluang ini akan menjadi bagian dari pembahasan di in-cosmetics Asia, yang akan berlangsung di BITEC, Bangkok, pada 3–5 November 2026.
Tahun ini, acara tersebut akan menghadirkan lebih dari 770 peserta pameran dari berbagai negara dan kawasan. Pengunjung dari seluruh APAC juga dapat melihat dan membandingkan berbagai pilihan bahan, teknologi, serta pemasok yang tersedia di industri personal care.
Mengacu pada riset Kline, Marketing Trends Theatre akan menghadirkan sesi From Global Trends to Regional Opportunity: The Evolving Personal Care Ingredients Market in Asia-Pacific. Sesi ini akan membahas perkembangan bahan multifungsi, perubahan preferensi konsumen, serta berbagai peluang pertumbuhan di kawasan Asia Pasifik.
Sementara itu, Euromonitor International akan menghadirkan perspektif dari sisi konsumen melalui sesi APAC Personal Care Trends. Dipimpin oleh Analis Senior Chloe Bang, sesi ini akan membahas perubahan kebutuhan konsumen, tren pasar, serta berbagai peluang baru untuk inovasi. Program ini juga akan membahas sejumlah isu yang saat ini memengaruhi pasar, termasuk persyaratan baru terkait sertifikasi halal untuk kosmetik dan bahan baku di Indonesia.
Dalam sesi Future Signals: Science Shaping Beauty Tomorrow, IFSCC akan merangkum temuan dari lebih dari 800 makalah ilmiah terbaru di bidang kosmetik. Daripada membahas setiap studi satu per satu, sesi ini akan melihat berbagai tema penelitian yang terus muncul dan membahas apa artinya bagi pengembangan bahan, formulasi, klaim produk, hingga pengujian.