Menurut Trenggono, keberhasilan model di empat pelabuhan tersebut diharapkan dapat menjadi fondasi untuk membangun kekuatan ekonomi baru di sektor kelautan dan perikanan.
Lebih lanjut, Trenggono menjelaskan pemilihan lokasi pelabuhan tersebut disesuaikan dengan potensi sumber daya perikanan dan jalur penangkapan ikan di masing-masing wilayah.
Sebagai contoh, untuk wilayah selatan Indonesia, pemerintah mengembangkan pelabuhan di Bali dan Cilacap karena berada di kawasan yang memiliki potensi perikanan, terutama tuna sirip biru dan cumi-cumi.
"Kalau mewakili Indonesia, jalur 573 itu jalur Laut Hindia yang potensi tuna sirip birunya besar, lalu kemudian cuminya juga besar, maka dua pelabuhan yang kita bikin, yang pertama di sini, yang kedua di Cilacap," kata Trenggono.