Gencatan senjata pada bulan April sempat membuat perang berhenti. Namun, kedua belah pihak terus memperebutkan kendali atas Selat Hormuz yang sebelumnya dilalui oleh sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia.
Iran mengeklaim kendali atas selat tersebut dan kerap menargetkan kapal-kapal yang mencoba melintas tanpa izin, sementara AS telah menerapkan blokade balasan melalui angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Upaya diplomatik untuk menyelesaikan krisis masih menemui jalan buntu, terutama sejak runtuhnya kesepakatan bulan Juni yang telah menetapkan langkah menuju penyelesaian permanen.
Sejak saat itu, perang telah meluas ke seluruh kawasan, termasuk pertempuran antara Arab Saudi dan kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman.