NADIKABAR.COM — Penataan kawasan Gasibu, Kota Bandung memang menghadirkan wajah baru di salah satu ruang publik paling ramai di Jawa Barat. Trotoar terlihat rapi dan lebar. Namun, di balik tampilannya yang baru, muncul keluhan dari para pejalan kaki.
Masalahnya ada pada tinggi trotoar. Di beberapa titik kawasan Gasibu, jarak tim redaksi permukaan jalan dan trotoar terlihat cukup tinggi. Pejalan kaki harus mengangkat kaki cukup jauh hanya untuk naik ke jalur pedestrian. Begitu pula saat turun kembali ke badan jalan.
Kondisi ini menjadi lebih mencolok di salah satu titik penyeberangan. Garis zebra cross dari arah Monumen Perjuangan menuju kawasan Gasibu justru berhadapan langsung dengan trotoar yang diperkirakan memiliki ketinggian lebih dari 25 sentimeter.
Artinya, setelah menyeberang jalan, pejalan kaki tidak langsung mendapatkan akses landai ke trotoar. Mereka justru harus menghadapi pijakan yang cukup tinggi.
Bagi pejalan kaki muda dan dalam kondisi fisik prima, situasi itu mungkin hanya menjadi gangguan kecil. Namun, persoalannya berbeda bagi kalangan lansia, penyandang disabilitas, atau warga dengan keterbatasan mobilitas.
Mahasiswi Rias Revalina Dewi (18), salah seorang pejalan kaki yang melintas di kawasan tersebut, menilai tinggi trotoar berpotensi menyulitkan warga.