Selain mengamankan truk, polisi juga memintai keterangan sopir. Ternyata, sopir itu mengaku baru pertama kali ke Semarang dan menggunakan Google Maps sebagai penunjuk arah.
"Langsung tak mintai keterangan. Jadi dia itu belum pernah ke Semarang, baru kali ini pakai Google Maps terus disasarkan ke Anjasmoro," tutur Untung.
Untung menerangkan, sopir itu tidak tahu jika peti kemas yang dibawa truknya menyundul gapura hingga rusak parah. Kemudian, sopir langsung melaju ke arah KIC.
"Nah, itu dia pikirannya nggak apa-apa merasa senggol sedikit terus mundur. Ke sisi kiri, nekuk ke kanan ke arah Candi (KIC). Ngertinya nggak rusak parah," ujarnya.
Saat ini, sopir sudah diperbolehkan kembali. Namun, truk masih diamankan oleh polisi.
"Pengemudinya tak suruh pulang, kan tidak ada korban jiwa, (hanya) material, tapi dari pihak perusahaannya sudah komunikasi sama pihak PRPP," pungkasnya.