Sementara itu, negosiator utama Iran dalam pembicaraan dengan Amerika Serikat, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan pada Rabu bahwa rakyat Amerika memilih "Tidak untuk perang" setelah Partai Demokrat mengalahkan Partai Republik secara telak dalam pemilihan sela. Partai Demokrat berhasil menguasai sepenuhnya Kongres AS melalui kemenangan telak yang mengejutkan, menjadi pukulan keras bagi Presiden Donald Trump dan partainya.

Ia memperingatkan bahwa apabila pemerintah AS mengabaikan kehendak rakyat dan melanjutkan kebijakan konfrontatif terhadap Iran, Teheran akan tetap mempertahankan sikap perlawanannya.

"Jika pemerintah AS mengkhianati kehendak rakyat demi melayani para pemegang kekuasaan, mereka akan menyadari bahwa penolakan kami akan disertai dengan konsekuensi."

Perang tersebut, yang dipicu oleh serangan AS-Israel terhadap Iran pada bulan Februari 2026, telah berada dalam kebuntuan selama berbulan-bulan, diselingi oleh pertempuran sporadis di tengah kekhawatiran pecahnya konflik dalam skala penuh.

Pada hari pencoblosan, Presiden Trump mendadak mengumumkan bahwa AS akan menghentikan bantuan tahunan senilai $3,8 miliar (Rp68,9 triliun) untuk Israel. Bantuan tersebut sebelumnya dialokasikan untuk pembelian persenjataan dan peralatan militer AS.

Oleh sejumlah kandidat Partai Demokrat, bantuan Israel acap dikampanyekan sebagai pemborosan anggaran negara, yang sebenarnya dibutuhkan oleh warga AS. Bantuan militer yang kini dihentikan bukan dibuat di era Trump, melainkan kelanjutan dari kebijakan presiden-presiden terdahulu.

"Kami memberikan $4 miliar per tahun kepada Israel, dan beberapa bulan lalu kami telah menyepakati untuk menghentikannya," kata Trump dalam wawancara telepon dengan Fox News. Trump menambahkan bahwa PM Israel, Benjamin Netanyahu tidak keberatan akan keputusan tersebut.

"Israel adalah negara yang sangat makmur, mereka tidak membutuhkannya," jelas Trump.

Pengumuman tersebut muncul tak lama setelah pemilihan parlemen di Israel berlangsung, yang belum menghasilkan kepastian akan pembentukan pemerintahan mayoritas.