NADIKABAR.COM — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membalas sindiran tajam yang dilontarkan mantan Presiden Barack Obama baru-baru ini. Trump tampaknya kesal karena Obama menyebut Gedung Putih di masa kepemimpinan Trump tampak seperti restoran "Cheesecake Factory" yang dikelola oleh Saddam Hussein.
Gedung Putih telah menjalani serangkaian renovasi, beberapa secara besar-besaran, selama periode kedua pemerintahan Trump. Bahkan bagian interior Gedung Putih kini dipenuhi dengan nuansa emas, sesuai dengan selera Presiden AS yang sebelumnya lama berkarier sebagai pengembang real estate itu.
"Jika Anda menyebutnya 'Cheesecake Factory', itu justru menunjukkan mengapa Anda adalah presiden yang payah," kata Trump dalam kecamannya untuk Obama, seperti dilansir AFP, Selasa (27/10/2026).
Cheesecake Factory merupakan jaringan restoran asal Amerika yang populer dan dikenal dengan daftar hidangan yang beragam dan mewah, serta desain interior yang ekletik.
Kecaman itu dilontarkan Trump saat ditanya oleh wartawan soal sindiran Obama yang disampaikan pada akhir pekan kemarin. Trump berbicara selama tiga menit kepada wartawan saat membalas sindiran itu.
"Orang-orang seperti Obama, mereka mungkin melewati pintu depan dan melihat bebatuan yang rusak... Dia tidak menyadari kotoran dan debu di dinding yang sudah bertahun-tahun tidak dibersihkan," kata Trump kepada wartawan saat hendak menuju lokasi kampanye pemilu sela pada Senin (26/10).
Obama melontarkan serangkaian kritikan tajam terhadap apa yang disebutkan sebagai "kekacauan dan kekejaman" terkait Trump, ketika berkampanye untuk Partai Demokrat di Ohio dan Michigan menjelang pemilu sela AS pekan depan.
Namun sindiran Obama terhadap renovasi mewah yang dilakukan Trump terhadap Gedung Putih tampaknya menjadi bagian yang paling menusuk. Diketahui bahwa Trump memerintahkan pembangunan ballroom sangat besar di kompleks Gedung Putih dan menambahkan ornamen berlapis emas di seluruh Ruang Oval.
"Dia membuat Gedung Putih tampak seperti Saddam Hussein membuka Cheesecake Factory," celetuk Obama dalam kampanye pada Sabtu (24/10) waktu setempat. Obama merujuk pada diktator Irak yang dieksekusi mati pada tahun 2006 lalu, menyusul invasi militer AS ke negara tersebut.
Trump telah sejak lama berseteru sengit dengan Obama. Dia mengawali karier politiknya dengan menyebarkan teori konspirasi rasis dan keliru yang dikenal sebagai "birther", yang mengklaim Obama berbohong mengenai tempat kelahirannya di AS.
Namun kekesalan Trump terhadap sindiran Obama soal "Cheesecake Factory" juga menjadi pertanda bahwa Presiden AS yang berusia 80 tahun itu semakin mudah tersulut emosi, terutama menjelang pemilu sela AS.
Pada Minggu (25/10) malam, Trump mengunggah postingan terpanjangnya via platform Truth Social, sebuah pernyataan sepanjang 1.300 kata yang isinya bukan membahas Iran atau ekonomi, tetapi mengecam komedian AS, Bill Maher.
Pekan lalu, Trump meluapkan kemarahan kepada sejumlah wartawan saat dirinya dicecar pertanyaan soal pemilu sela, di mana Partai Republik berisiko kehilangan dominasi atas Kongres, dan soal hubungan masa lalunya dengan Rusia.