Pembatalan ini menjadi pukulan bagi Hegseth, yang saat ini tengah mendapat sorotan tajam terkait kebuntuan dalam perang melawan Iran dan dampak lanjutannya. Situasi itu turut membebani Partai Republik yang menaungi Trump menjelang pemilu sela AS pada awal November mendatang.

Juru bicara Pentagon, Sean Parnell, mengatakan bahwa Trump dan Hegseth telah berbicara sebelum Presiden AS itu mengumumkan pembatalan rencana livestreaming eksekusi mati Hasan.

"Menhan mendukung keputusan presiden, dan keduanya memiliki pandangan yang sepenuhnya selaras," kata Parnell.

Eksekusi mati terhadap Hasan, yang dijadwalkan pada 3 Desember mendatang di Fort Hood -- lokasi dia menembak mati 13 orang -- akan menjadi yang pertama dilakukan oleh regu tembak militer AS sejak tahun 1945 silam.