Dalam wawancara dengan majalah Time, Trump mengatakan bahwa ada kemungkinan ia akan kembali melancarkan serangan terhadap Iran setelah pemilu sela AS bulan depan.

Partai Republik khawatir akan kehilangan kendali atas Kongres dalam pemilu tanggal 3 November mendatang, mengingat tingkat kepuasan publik terhadap Trump berada di titik terendah akibat perang Iran serta lonjakan biaya hidup yang dipicu oleh tingginya harga minyak.

Trump juga menegaskan kembali ancaman untuk memusnahkan Iran, seperti yang pernah ia sampaikan dalam pidatonya di Sidang Umum PBB pekan lalu, meskipun sebelumnya ia sempat memosisikan dirinya sebagai 'presiden perdamaian'.

"Ya, saya akan melakukannya. Itu mungkin saja terjadi," ujar Trump kepada Time.

"Karena dengan memusnahkan Iran, kita menciptakan perdamaian dunia. Dengan adanya Iran, menurut saya perdamaian tidak akan pernah bisa tercapai," tambahnya.