Selain itu, Trump juga meminta Xi bertemu Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi, lapor surat kabar Hong Kong itu dengan mengutip sumber yang mengerti diskusi antara kedua pemimpin AS dan China tersebut.
Dilaporkan pula bahwa Xi tidak terlalu menerima permintaan Trump dalam pertemuan tingkat tinggi di Washington itu. Sebaliknya, justru Xi mengatakan bahwa perselisihan antara China dan Jepang harus dipisahkan dan tidak boleh berpengaruh terhadap hubungan antara China dengan AS. Xi juga memperingatkan tentang risiko meningkatnya militerisme Jepang.
Hubungan antara China dan Jepang telah memburuk tajam sejak PM Takaichi menyatakan dalam pernyataannya di Parlemen Jepang pada November 2025 lalu bahwa serangan terhadap Taiwan, yang diklaim Beijing, dapat memicu respons dari pasukan pertahanan Jepang sebagai dukungan terhadap AS.
Geram atas komentar Takaichi, China sejak itu meningkatkan tekanan politik dan ekonomi terhadap Jepang, termasuk pembatasan perdagangan logam tanah jarang untuk memproduksi berbagai produk teknologi tinggi.