"Kami bilang, 'Anda boleh melakukan apa saja terhadap Rusia, tapi jangan serang kilang-kilang minyaknya', karena hal itu menimbulkan masalah bagi dunia," ujar Trump.

"Dia sebenarnya bisa saja membuat banyak kesepakatan, namun entah mengapa, dia tidak pernah melakukannya."

Utusan Putin, Kirill Dmitriev, menyebut intervensi Trump sebagai sesuatu yang 'ikonik dan bersejarah'. Dia mengatakan Ukraina 'membutuhkan kepemimpinan yang benar-benar berfokus pada perdamaian'.

Zelensky bereaksi dengan mengatakan bahwa hal itu akan memungkinkan Moskow menggalang dana baru untuk memperoleh peralatan militer guna melanjutkan perang. Dia juga menuduh Moskow menganggap kesepakatan tersebut sebagai tanda bahwa mereka 'bisa terus berperang dan terus menjatuhkan bom ke kota-kota' menyusul serangan mematikan baru di Zaporizhzhia.