Trump kemudian berupaya mengalihkan pembicaraan dari pemberian dukungan secara terang-terangan dalam wawancara yang dilakukan pada Senin (28/9) itu.

Presiden AS itu justru menyoroti citra pribadinya di mata publik Israel, dengan mengklaim popularitasnya mencapai "sekitar 99 persen" berkat kebijakan-kebijakannya di masa lalu.

Saat ditanya apakah Washington akan bekerja sama lebih efektif dengan kandidat oposisi dan mantan kepala militer Israel, Gadi Eisenkot, Trump mengatakan bahwa dirinya tidak "mendengar hal-hal buruk tentangnya". Namun demikian, Trump memperingatkan agar tidak meremehkan Netanyahu.

"Orang-orang sudah berkali-kali menganggap Bibi (nama panggilan Netanyahu-red) sudah tamat, sama seperti mereka berkali-kali menganggap saya sudah tamat. Saya tidak akan meremehkan Bibi," katanya.