Para pembela hak asasi manusia (HAM) dan kelompok advokasi Muslim telah berulang kali mengkritik Trump atas retorikanya yang dinilai mengejek umat Islam, imigran, serta minoritas etnis.
Ia semakin meningkatkan retorika semacam itu selama musim kampanye pemilu sela, terutama terhadap warga Amerika keturunan Somalia dan Muslim, termasuk calon Senat AS dari Partai Demokrat yang beragama Islam, Abdul El-Sayed, serta Anggota DPR Ilhan Omar, seorang politisi Demokrat asal Minnesota yang datang ke AS sebagai pengungsi Somalia.
Laporan tahunan dari Council on American-Islamic Relations (CAIR) atau Dewan Hubungan Islam Amerika yang dirilis awal tahun ini mengaitkan meningkatnya Islamofobia di AS. Salah satunya akibat tindakan tegas Trump terhadap imigrasi dan aksi protes pro-Palestina pada masa jabatan keduanya.