NADIKABAR.COM — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan dia perlu berhenti membunuh para pemimpin Iran untuk mengetahui dengan siapa AS sedang bernegosiasi, sambil menegaskan kembali pendiriannya bahwa Iran tidak boleh diizinkan mengembangkan senjata nuklir.

"Saya harus berhenti (membunuh para pemimpin Iran), karena saya harus mencari tahu dengan siapa sebenarnya kami sedang bernegosiasi," , kata Trump dalam sebuah rapat umum kampanye di Georgia, AS, Sabtu (24/10).

Trump mengatakan Iran tidak memiliki pesawat terbang maupun kapal.

"Tidak punya apa-apa, tidak punya pemimpin. Pemimpin tingkat satu sudah tewas, pemimpin tingkat dua juga sudah tewas," kata Trump.

Dia juga mengulangi lagi penjelasannya mengenai kehancuran militer dan jajaran kepemimpinan Iran akibat serangan AS.

Trump juga membela diri atas keputusannya pada 2018 untuk mengakhiri kesepakatan nuklir Iran yang dicapai saat kepemimpinan Presiden Barack Obama di 2015. Menurut dia, langkah itu diambil saat situasi kritis untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.

"Saya membatalkan salah satu kesepakatan terburuk yang pernah dibuat, yaitu Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) yang dicapai di masa Barack Hussein Obama, atau yang oleh sebagian orang disebut kesepakatan nuklir Iran yang menjadi jalan bagi Iran untuk memperoleh senjata nuklir. Saya membatalkannya, untungnya, tepat pada waktunya," kata Trump.

Dia juga merujuk pada operasi militer AS pada 2025 lalu dan berlanjut pada Februari hingga Mei tahun ini.

"Kami menghancurkan kapasitas pengayaan nuklir Iran melalui Operasi Midnight Hammer dan Operasi Epic Fury. Kami telah mengalahkan mereka secara militer, finansial, dan dalam hal-hal lainnya. Kami harus memastikan bahwa mereka tidak akan pernah, sekali pun, tidak pernah memiliki senjata nuklir," ujar Trump.

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan