NADIKABAR.COM — Kepolisian Inggris membebaskan, dengan jaminan, lima pria tersangka ancaman bom di dekat pangkalan udara yang digunakan militer Amerika Serikat (AS) di negara tersebut. Presiden AS Donald Trump mengaku kaget dengan langkah otoritas London tersebut.
Trump, seperti dilansir AFP, Selasa (29/9/2026), mengatakan bahwa Kepolisian Inggris tidak seharusnya membebaskan kelima tersangka itu, meskipun dengan jaminan sekalipun. Presiden AS itu menambahkan bahwa kasus tersebut "mungkin saja" terkait dengan Iran, namun menolak memberikan rincian lebih lanjut.
"Saya terkejut mereka membebaskan orang-orang itu, saya tidak akan melakukan hal tersebut," kata Trump saat berbicara kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih pada Senin (28/9) waktu setempat.
Trump mengatakan bahwa otoritas Inggris telah bekerja sama "sangat erat" dengan AS.
"Kita mengetahui segalanya tentang mereka. Kita tidak akan membebaskan mereka," tegas Presiden AS itu.
Saat ditanya lebih lanjut soal apakah kasus ini terkait dengan Iran, Trump menjawab: "Mungkin saja."
Ketika diminta menjelaskan lebih lanjut maksud pernyataannya, Trump berkata: "Saya lebih memilih untuk tidak mengungkapkannya. Maksud saya, saya tahu jawabannya, saya bisa menjelaskannya dengan sangat rinci, tetapi saya memilih untuk tidak mengatakannya. Saya sendiri tidak akan membebaskan mereka."
Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Marco Rubio, dalam wawancara dengan Fox News pada Senin (28/9) malam, mengatakan bahwa insiden di Inggris itu "jelas melibatkan peran pihak asing".
Sementara itu, Teheran telah membantah terlibat dalam insiden di dekat pangkalan udara AS di Inggris tersebut. Kedutaan Besar Iran di London menegaskan pihaknya "menolak secara tegas dan mengecam keras" adanya "spekulasi tidak berdasar dan berniat jahat" yang menyebutkan bahwa Teheran terlibat.
Kepolisian Antiterorisme Inggris menangkap lima tersangka pria terkait dugaan "aksi teroris" pada Minggu (27/9) dini hari, usai insiden di dekat Pangkalan Angkatan Udara Inggris (RAF) Fairford, Inggris barat daya.
Pangkalan udara itu menampung pasukan dan pesawat militer AS, juga menjadi tempat lepas landas pesawat-pesawat pengebom AS yang melancarkan serangan terhadap Iran dalam operasi militer sejak Maret lalu.
Kepolisian Antiterorisme Inggris mengumumkan pada Senin (28/9) bahwa kelima tersangka itu telah dibebaskan dengan jaminan. Identitas kelima tersangka itu tidak diungkap ke publik, namun disebutkan bahwa kelimanya berstatus warga negara Inggris dan berdomisili di London, dengan usia pertengahan 20-an tahun.
Ditambahkan oleh Kepolisian Antiterorisme Inggris bahwa pihaknya sedang menyelidiki kemungkinan keterlibatan "negara asing" dalam insiden tersebut.
Kelima tersangka itu, menurut pernyataan Kepolisian Antiterorisme Inggris sebelumnya, ditangkap atas dugaan "mempersiapkan aksi teroris" di dekat pangkalan udara tersebut, dan atas tuduhan terkait bahan peledak.