NADIKABAR.COM — Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah meminta bos Ultimate Fighting Championship (UFC), Dana White, menjadi Sekretaris Pers Gedung Putih. Dia juga menyarankan White membawa sejumlah petarung UFC menjadi staf.

"Dana akan menjadi Sekretaris Pers yang tiada duanya," tulis Trump di platform Truth Social, seperti dilansir BBC dan NBC, Minggu (8/11/2026).

"Dana, tolong terima pekerjaan ini!" sambungnya.

Belum jelas apakah tawaran pekerjaan yang disampaikan secara terbuka oleh presiden tersebut sungguh-sungguh atau tidak. Posisi sekretaris pers Gedung Putih telah kosong sejak pertengahan Oktober, setelah Katie Zacharia mengundurkan diri hanya beberapa hari setelah menjabat.

Unggahan Trump pada Sabtu sore itu muncul setelah Partai Republik mengalami kekalahan telak dalam pemilihan paruh waktu (midterm elections) AS. Kekalahan itu menyebabkan mereka kehilangan mayoritas di Kongres.

Trump menyebut White sebagai 'petarung dan pejuang yang tangguh' dan memintanya untuk membawa sejumlah petarung UFC ternama saat menjabat nanti. Dia menulis nama-nama tenar seperti Khabib Nurmagomedov, Justin Gaethje and Amanda Nunes.

"Meskipun beberapa di antaranya bukan berasal dari negara kita. Kita membutuhkan orang-orang ini untuk membela kita dari kelompok Kiri yang gila," tulis Trump, sembari menyertakan foto enam petarung tersebut.

Menyusul unggahan Trump, White membagikan foto dirinya di Instagram yang memperlihatkan dia sedang berdiri di balik podium di ruang konferensi pers Gedung Putih.

"Menuju babak berikutnya," tulis White, meski tidak jelas apakah unggahan tersebut hanya sekadar bercanda.

Pada Sabtu malam, White tampak berada di sisi ring dalam sebuah pertandingan di London-yang mempertemukan mantan juara dunia asal Inggris, Chris Billam-Smith, dengan petinju Inggris kelahiran Jamaika, Cheavon Clarke-di Copper Box Arena.

Saat ditanya mengenai tawaran Trump dalam sebuah konferensi pers setelah acara tersebut, kepala eksekutif UFC itu mengatakan bahwa dia akan terbang ke Washington untuk bertemu dengan Trump pada hari Senin.

"Saya yakin akan ada hal yang bisa kami bicarakan setelah itu," ujarnya, tanpa memberikan jawaban pasti apakah dia tertarik untuk mengambil salah satu pekerjaan paling melelahkan di kancah politik tersebut.

NadiKabar, dengan mengutip sumber yang mengetahui masalah ini, melaporkan bahwa White telah menolak tawaran tersebut. Seperti yang dia sampaikan dalam konferensi pers, saat ini ia sudah memiliki sejumlah komitmen yang menyita banyak waktu.

Selain memimpin UFC dan Power Slap, sebuah liga promosi pertarungan tampar yang diatur secara resmi, dia baru saja meluncurkan Zuffa Boxing, sebuah perusahaan promosi profesional.