NADIKABAR.COM — Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menyatakan optimistis bahwa kesepakatan damai antara Rusia dan Ukraina dapat segera tercapai menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada Desember mendatang yang akan digelar di resor Trump National Doral, di Florida, AS.

Dalam wawancara dengan komentator konservatif Benny Johnson, Sabtu (31/10), Trump mengatakan terdapat peluang besar untuk mengakhiri konflik tersebut. Ia merujuk pada kemungkinan tercapainya kesepakatan antara pemimpin Rusia dan Ukraina.

"Saya pikir kita sudah sangat dekat untuk mencapai kesepakatan di sana," kata Trump, seraya mengakui bahwa hubungan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy masih diwarnai permusuhan mendalam.

Saat ditanya mengenai laporan tentang kemungkinan tercapainya kesepakatan Rusia-Ukraina dalam KTT G20, Trump tidak menutup kemungkinan tersebut. Ia menyatakan keyakinannya bahwa perundingan dapat menghasilkan terobosan.

"Saya pikir ada peluang yang sangat besar bahwa kita akan berhasil menyelesaikan persoalan tersebut. Selain itu, kita juga sedang mengupayakan banyak kesepakatan lainnya," ujarnya.

Trump juga menyinggung Iran. Ia mengatakan Amerika Serikat bertekad mencegah negara tersebut memperoleh senjata nuklir.

Trump mengeklaim kemampuan militer Iran telah melemah secara signifikan dan menambahkan bahwa Washington akan "menuntaskan persoalan itu".

Sehubungan dengan Kuba, Trump memperkirakan pemerintahan komunis negara tersebut tidak akan bertahan lebih lama. Ia mengisyaratkan bahwa Washington dapat mengalihkan perhatian ke negara kepulauan itu setelah Venezuela.

"Kuba adalah negara yang gagal. Kita akan segera membawa orang-orang kembali ke sana," katanya.

Trump menambahkan bahwa Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio terus memantau perkembangan situasi di Kuba.

Penerjemah: Primayanti